27 March 2009

Menyingkap Motivasi di Sebalik Ujian daripada Yang Maha Penyayang (Part 2)

Hmm..kelihatan rancangan-rancangan di televisyen seolah-olah sedang menggodaku u ditonton, tilam dan bantal menjeling-jeling ke arahku untuk dinikmati keempukannya, pulut nasi bersalut kelapa yg dimasak oleh emak menguji nafsu makanku, adik-adik yg sedang asyik menonton televisyen dan khusyuk bermain computer games sehingga mengabaikan kerja sekolah benar-benar mnguji kesabaranku…



Jika ini antara dugaan-dugaan yg ditempuh olehku sewaktu cuti semester yg singkat baru-baru ini, lain pula ujian-ujian yg dihadapi olehku di kampus setelah daftar masuk untuk semester pendek…



Tilam dan bantal yg empuk masih menjeling-jeling ke arahku, nota-nota subjek UNGS menanti untuk dibelek sbg pre-reading dan post-reading, pakaian-pakaian yang masih lagi tersusun rapi di dalam beg-beg dan kotak seolah-olah melambai-lambai ke arahku meminta agar disusun rapi di dalam locker…


Ujian dan dugaan merupakan perkara wajib yg akan dan telah pun menimpa setiap drpd kita yang bergelar hamba Allah.. Namun demikian, semua dugaan dan ujian itu tidak seharusnya menjadi penghalang kepada kita untuk terus mengorak langkah, melayari bahtera kehidupan dengan penuh rasa cinta (al-hubb) kepada Yang Maha Agung, Allah SWT..


Di sini, suka untuk saya imbas kembali 2 persoalan yang telah saya timbulkan dalam post saya sebelum ni yang bertajuk “Menyingkap Motivasi di Sebalik Ujian daripada Yan

g maha Penyayang”: 1) Apakah hikmah atau dalam bahasa kampung saya, significance di sebalik semua ujian yang Allah timpakan ke atas kita? dan 2) Apakah motivasi Qurani yang boleh dijadikan sebagai booster untuk memulihkan kembali semangat seorang jundi dalam diri kita?

Alhamdulillah, persoalan pertama telah saya huraikan dalam post tersebut. Maka insyaAllah pada kali ini, ingin saya rungkai pula persoalan kedua yang saya percaya masih menjadi tanda tanya kepada sesetengah dan mungkin semua pembaca...


Sidang pembaca yang dikasihi Allah sekalian, sebenarnya begitu banyak ayat-ayat Quran yang dapat menjana motivasi diri kita dalam menelusuri era perjuangan yang penuh mencabar ini dan InsyaAllah, saya akan sertakan di sini beberapa daripadanya yang mana saya yakin mampu meningkatkan motivasi diri anda untuk terus istiqamah memburu cinta haqiqi.


Firstly, I would like to quote a famous verse from surah al-Baqarah, mafhumnya:


"Allah tidak memberati seseorang melainkan apa yang terdaya olehnya. Ia mendapat pahala kebaikan yang diusahakannya, dan ia juga menanggung dosa kejahatan yang diusahakannya. (Mereka berdoa dengan berkata): "Wahai Tuhan kami! janganlah Engkau men

girakan kami salah jika kami lupa atau kami tersalah. Wahai Tuhan Kami ! janganlah Engkau bebankan kepada kami bebanan yang berat sebagaimana yang telah Engkau bebankan kepada orang-orang yang terdahulu daripada kami. Wahai Tuhan kami! janganlah engkau pikulkan kepada kami apa yang kami tidak terdaya memikulnya. dan maafkanlah kesalahan kami, serta ampunkanlah dosa kami, dan berilah rahmat kepada kami. Engkaulah Penolong kami; oleh itu, tolonglah kami untuk mencapai kemenangan terhadap kaum-kaum yang kafir"."


(al-Baqarah, 286)


From the first part of this verse, we can say that all difficulties,

tests, works, responsibilities, problems and anything that Allah has burdened on us are not beyond our scope. This means that we are able to complete all those responsibilities as well as we have capability to overcome all those problems and difficulties.


The rest part of this verse is a kind of du’a that we should always recite it, ask from The Most Merciful Allah SWT not to put burden on us greater than we have strength to bear.


Kedua, sesungguhnya setiap daripada kita, Allah kurniakan dengan sekeping hati.Daripadanya, terbitlah rasa suka, gembira, benci dan sedih. Namun, sedarkah kita bahawasanya, seringkali sesuatu yang kita benci itu merupakan yang terbaik buat kita dan begitulah sebaliknya, seringkali sesuatu yang kita suka itu merupakan musibah buat diri kita.


Allah SWT telah pun menyatakan tentang hakikat ini di dalam a

l-Quran sejak 1400 tahun yang lalu, di dalam Surah al-Baqarah, ayat 216, mafhumnya:


"Kamu diwajibkan berperang (untuk menentang pencerobohan) sedang peperangan itu ialah perkara yang kamu benci; dan boleh jadi kamu benci kepada sesuatu padahal ia baik bagi kamu, dan boleh jadi kamu suka kepada sesuatu padahal ia buruk bagi kamu. Dan (ingatlah), Allah jualah yang mengetahui (semuanya itu), sedang kamu tidak mengetahuinya."


(al-Baqarah, 216)


Maka, sidang pembaca yg dirahmati Allah sekalian, perlunya wuj

ud di dalam diri kita rasa ikhlas dan redha terhadap segala ketentuan Allah SWT yg pastinya merupakan yg terbaik buat diri kita, insyaAllah.


Thirdly, I would like to quote verse 186 from surah al-Baqarah, mafhumnya:


"Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu mengenai Aku maka (beritahu kepada mereka): Sesungguhnya Aku (Allah) sentiasa hampir (kepada mereka); Aku perkenankan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepadaKu. Maka hendaklah mereka menyahut seruanku (dengan mematuhi perintahKu), dan hendaklah mereka beriman kepad

aKu supaya mereka menjadi baik serta betul."


(al-Baqarah, 186)



From this verse, we can conclude that Allah is indeed near to us. The guidance is there, the opportunity is there, the help is there. What we have to do is that we have to ask for the help, we ha

ve to ask for the guidance from Allah SWT with sincere and humble. That’s it. Don’t be arrogant towards Him. Obey Him and believe in Him, and insyaAllah our lives will always be in peace and harmony with the pleasure from Him..amien


Sebagai penutup kata, suka saya untuk meninggalkan para pembaca semua dengan sepotong ayat al-Quran yang merupakan prinsip hidup saya. Ayat inilah yang sering menjadi motivasi buat diri ini tatkala lemah dengan ujian-ujian Allah. Ayat inilah yang sering menjadi booster buat diri ini untuk terus istiqamah dalam malaksanakan amal islami, mengejar cinta haqiqi sekaligus memburu syurga abadi.


"Wahai orang-orang yang beriman, kalau kamu menolong (agama) Allah nescaya Allah akan menolong kamu (untuk mencapai kemenangan) dan meneguhkan tapak pendirian kamu."


(Muhammad, 7)


Wallahua’lam.


~MEMBURU CINTA HAQIQI~

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...